sop1_700x200
sop2_700x200

PT Asuransi Purna Artanugraha, selanjutnya disebut Asuransi ASPAN, didirikan pada tanggal 10 Juni 1991. Izin usaha Asuransi ASPAN dikeluarkan oleh Departemen Keuangan Republik Indonesia melalui surat keputusan No.155/KM.13/1992 tanggal 23 Mei 1992 dengan kegiatan usaha di bidang Asuransi Kerugian.

Berdirinya Asuransi ASPAN dilatarbelakangi oleh keinginan dari Yayasan Kesehatan Pensiunan PELNI dan Dana Pensiun PELNI untuk dapat meningkatkan kesejahteraan para anggota dan lingkungannya. Keinginan tersebut disambut baik oleh manajemen PT PELNI, maka berdirilah Asuransi ASPAN pada tahun 1991. Akan tetapi, Asuransi ASPAN baru mulai beroperasi secara penuh pada tahun 1992 setelah mendapatkan izin resmi dari Departemen Keuangan Republik Indonesia pada tahun yang sama. Komposisi kepemilikan saham Asuransi ASPAN dimiliki oleh Yayasan Kesehatan Pensiunan PELNI sebesar 56,66% dan Dana Pensiunan PELNI sebesar 43,34%.

Pada awalnya, kegiatan usaha Asuransi ASPAN hanya menangani segmen bisnis Marine Hull dan Personal Accident penumpang kapal PELNI saja. Namun, seiring berjalannya waktu Asuransi ASPAN mulai berkembang sesuai dengan portofolio usaha seperti saat ini. Dalam perkembangannya, Asuransi ASPAN berusaha untuk dapat memperkuat struktur modal perusahaan dengan meningkatkan modal disetor perusahaan. Hal ini direalisasikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 16 Desember 1997 dan diputuskan bahwa modal setor perusahaan ditingkatkan dari sebesar Rp 3 milyar menjadi sebesar Rp 15 milyar. Dalam rapat tersebut juga diputuskan mengenai perubahan seluruh anggaran dasar perseroan sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas.

Pada awal tahun 2004 modal disetor perusahaan ditingkatkan menjadi sebesar Rp 25 milyar. Peningkatan modal disetor ini dilakukan secara berangsur-angsur dan diiringi dengan peningkatan modal dasar menjadi sebesar Rp 100 milyar untuk menyesuaikan dengan landscape arsitektur perasuransian nasional yang wajib memiliki ekuitas sebesar Rp 100 milyar pada akhir tahun 2014 yang ditetapkan oleh pemerintah. Selanjutnya berdasarkan Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 1 September 2014 terdapat perubahan komposisi kepemilikan Asuransi ASPAN, komposisi kepemilikan yang baru dimiliki oleh PT Jaya Kapital Indonesia sebesar 60%, Yayasan Kesehatan Pensiunan PELNI sebesar 27,77% dan Dana Pensiun PELNI sebesar 12,23%. Sehingga modal disetor Asuransi ASPAN terjadi peningkatan menjadi sebesar Rp 37,50 milyar di tahun 2014.

Asuransi ASPAN selama ini telah dipercaya menangani risiko-risiko yang ada dari beberapa perusahaan besar di Indonesia seperti PT PELNI, PT PAL Indonesia, PT Bank Mandiri, PT Bank Rakyat Indonesia, PT Bank BJB, PT Petrokimia Gresik, PT Nusantara Air Charter, PT Sinar Mas, PT Armada Finance, BCA Finance dan lainnya. Asuransi ASPAN juga bekerja sama dengan beberapa perusahaan besar reasuransi di Indonesia seperti PT Reasuransi Internasional Indonesia (Reindo), PT Reasuransi Nasional Indonesia (Nasional-Re), PT Maskapai Reasuransi Indonesia (Marein) dan PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugu-Re).

Hal tersebut menjadikan Asuransi ASPAN salah satu perusahaan asuransi terbaik dan terpercaya. Dapat dibuktikan pula dengan adanya pemberian penghargaan kepada Asuransi ASPAN melalui Info Bank yang mendapatkan 5 Golden Trophy Award 1999-2008, sebagai satu-satunya Perusahaan Asuransi Umum Berpredikat Sangat Bagus 10 tahun berturutturut (1999 s/d 2008). Kemudian mendapatkan pula Indonesia Insurance Award 2012 sebagai Perusahaan Asuransi Umum Terunggul Tahun 2012 dalam Marine Insurance dan Personal Accident, serta mendapatkan penghargaan sebagai Perusahaan Asuransi Umum berpredikat sangat bagus tahun 2014 dari Majalah InfoBank.